BECOME A WORLD CLASS UNIVERSITY

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, beranjak menuju universitas kelas dunia. Welcome to the world community.

Berprikir Kreatif

Untuk memecahkan problem social.

Berpretasi

Sebagai agen of change, mahasiswa bidikmisi harus berprestasi dalam segala bidang.

Indonesia Jaya

Yang muda yang berkarya.

Indonesia Jaya

Yang muda yang berkarya.

Sabtu, 03 September 2016

Keseruan Rapat Formabi 3 September 2016

Ditengah-tengah kesibukan para pengurus FORMABI (Forum Mahasiswa Bidikmisi) 2016, mereka masih dan selalu semangat mengikuti rangkaian acara yang akan dilaksanakan FORMABI satu tahun kedepan. Rapat demi rapat selalu mereka hadiri tanpa mengenal lelah, karena mereka percaya bahwa semangat dan komitmen adalah awal dari dari langkah sukses yang akan mereka tapaki di kemudian hari..

Post by: Via Elga

Senin, 22 Agustus 2016

Keseruan Rapat FORMABI

Rapat membahas seminar bidikmisi dan pelantikan FORMABI 2016
22 Agustus 2016

Rabu, 13 Juli 2016

Info Bidikmisi 2016



Salam Bidikmisi!!!
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah membuka pendaftaran beasiswa bidikmisi 2016, maka untuk informasi pendaftaran beasiswa bidikmisi, dapat diakses di http://goo.gl/K5kSd6, untuk petunjuk teknis SK Rektor Jakarta bisa diakses di http://www.uinjkt.ac.id/?p=11883, dan informasi lebih lanjut dapat iakses melalui www.uinjkt.ac.id

SK Juknis Bidikmisi 2016

Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta program beasiswa Bidikmisi bisa diakses di alamat http://www.uinjkt.ac.id/?p=11883

Sabtu, 19 September 2015

Pendaftaran Beasiswa BIDIKMISI 2015

Salam Bidikmisi,  salam Mahasiswa Berprestasi !!!

Kabar gembira untuk kita semua,  Beasiswa Bidimisi UIN Jakarta tahun 2015 mulai Buka pendaftaran.
Bidikmisi merupakan beasiswa dengan jumlah penerima terbanyak di UIN Jakarta.  So,  Mari bergabung bersama kami keluarga besar Bidimisi UIN Jakarta.

Persyaratan:
1. Daftar Online di www.ais.uinjkt.ac.id dibuktikan dengan Print-Out Formulir Pendaftaran (dapat diunduh di AIS) dan Bukti Daftar Online (dapat diunduh di AIS)
2. Formulir Bidikmisi 2015 (dapat didownload di www.uinjkt.ac.id )
3. Bukti Kelulusan Masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Print-Out SK Kelulusan SNMPTN PPA, SNMPTN TULIS, SMB PTKAN PPA, SMB PTKAN TULIS, SBM PTN, atau MANDIRI)
4. Lulus Madrasah Aliyah, Pesantren, SMA, SMK, dan yang sederajat tahun 2014 atau 2015 (Dibuktikan dengan fotokopi ijazah/SKHU yang dilegalisir)
5. Kartu Identitas (KTP/Kartu Siswa/SIM)
6. Kartu Keluarga (KK) (Di legalisir oleh kelurahan setempat )
7. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Desa/Kelurahan tempat tinggal
8. Bukti Pembayaran Rekening Listrik untuk 1 bulan terakhir
9. Bukti Slip Gaji/Penghasilan Orang Tua (Jika pekerjaan orang tua pegawai/karyawan), jika orang tua bukan pegawai/karyawan dapat digantikan dengan Surat Pernyataan Penghasilan Orang Tua Perbulan ditandatangani oleh orang tua di atas materai 6000)
10. Foto Rumah/Tempat Tinggal (Bagian depan, belakang, samping kiri, samping kanan, dan bagian dalam rumah)
11. Fotokopi Raport SLTA dan sederajat (untuk semester 1-6, atau IPK untuk pendaftar yang mendaftar untuk menggantikan penerima beasiswa Bidikmisi di UIN)
12. Peringkat 10 Besar di Kelas (dibuktikan dengan Piagam, Surat Pernyataan, dll ditandatangani oleh Kepala Sekolah)
13. Memiliki Prestasi Non-Akademik (olahraga, seni, dll) yang pernah diikuti atau diraih (Dibuktikan dengan Piagam, Sertifikat, dll. )
14. Pas Foto Terbaru (Berwarna 4X6 sebanyak 4 lembar)
15. Pemberkasan dilakukan di Gedung Kemahasiswaan Lantai 1 (akan diinfokan selanjutnya)
16. Berkas dimasukkan ke dalam map snelhekter (map dengan pembolong) berwarna merah.


Informasi lebih lanjut :
Twitter: @BIDIMISIUINJKT
facebook: Bidikmisi Uin Jakarta

Kamis, 13 Agustus 2015

KETUA FORMABI JUARA III LKTS PENTAS 2015

Gedung PLAKA, Kemahasiswaan Online— Dengan usaha yang tekun selama hampir dua bulan, Ahmad Hamdani, mahasiswa Pendidikan Kimia semester lima, akhirnya menyabet juara III pada Lomba Karya Tulis Sejarah Pekan Cinta Sejarah tahun 2015, yang diselenggarakan oleh Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kemdikbud RI.
Sebelum masuk 10 besar makalah terbaik pada tahap semifinal, makalah berjudul Pesantren: Merajut Mozaik Multikulturalisme dalam Bingkai Persatuan Keindonesiaan yang ia riset dari berbagai sumber tersebut bersaing bersama 94 makalah yang ditulis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.
Setelah lolos dalam 10 karya terbaik, Dani yang juga ketua Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMABI) ini berhak mempresentasikan makalahnya di depan para juri, yang di gelar di Universitas Negeri Semarang, 5-9 Agustus 2015.
Adapun posisi juara I dan II, masing-masing diraih oleh Universitas Diponegoro Semarang dan IAIN Pontianak.
Pada kegiatan yang sama yang digelar di Pontianak tahun 2013 kemarin, Lilis Shofianti, mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam angkatan 2011, yang juga penerima beasiswa Bidikmisi juga lolos pada putaran 20 besar dan berhak mempresentasikan makalahnya yang berjudul Saman: Simpul Pemersatu NKRI. Pada LKTS tahun 2011 lalu UIN Jakarta lolos hingga tujuh besar, yang saat itu diwakili oleh Firmansyah dari Jurusan SPI. Sedangkan tahun 2012, UIN Jakarta yang diwakili oleh Fauzan dari Jurusan SPI menyabet juara II dengan judul Sejarah Maritim Indonesia. (KU/FU 11)

Senin, 03 Agustus 2015

Banjir Peminat, Jalur BLU FU Resmi Ditutup

www.uinjkt.ac.id
Gd. FU, BERITA UIN Online— Jalur seleksi masuk Fakultas Ushuluddin (FU) melalui beasiswa Badan Layanan Umum (BLU) kebanjiran peminat dengan total pendaftar 516 orang. Penerimaan masuk juga resmi ditutup per hari Jumat 31 Juli 2015.
Demikian disampaikan Wakil Dekan Bidang Administrasi FU Dr M Suryadinata kepada BERITA UIN Online, Senin (03/08). “Alhamdulillah, jumlah peminat masuk FU cukup tinggi,” ujarnya.
Dosen Bahasa Arab ini menambahkan, ke-516 mahasiswa baru itu terdiri dari 324 orang pendaftar jurusan Tafsir Hadits, 97 orang pendaftar jurusan Aqidah Filsafat, dan 95 orang pendaftar jurusan Perbandingan Agama.
Dari total jumlah peminat, FU hanya akan mengambil 80 calon mahasiswa baru. Kuota 80 mahasiswa baru jalur BLU masing-masing akan masuk ke Jurusan Tafsir Hadits 25 orang, Prodi Perbandingan Agama 28 orang, dan Prodi Aqidah Filsafat 27 orang.
Surya menambahkan, penentuan kelulusan akan dilakukan melalui seleksi ketat yang dilakukan fakultas dan hasilnya diumumkan pada hari Senin 10 Agustus mendatang. “Seleksi yang akan dilaksanakan mencakup seleksi berkas berdasarkan nilai dan prestasi yang pernah dicapai oleh calon mahasiswa,” imbuhnya.
Sebagai catatan, program seleksi ini dikhususkan bagi lulusan Madrasah Aliyah, Pondok Pesantren, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan yang kurang mampu tetapi memiliki prestasi dengan tahun kelulusan 2013-2015. Minimal pendaftar memiliki nilai 7 (tujuh) pada setiap bidang pelajaran keagamaan.(Ahmad Baiquni)
sumber : Berita UIN Online (http://uinjkt.ac.id/?p=7486)

Rektor Lepas 2548 Mahasiswa Peserta KKN

www.uinjkt.ac.id
DI8W6009Lapangan SC, Berita UINOnline – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA melepas 2548 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lapangan Student Centre (SC), Jum’at (31/7/15). Turut hadir mendampingi Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Fadhilah Suralaga MSi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusran Razak MA, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MAg, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDIK) Dr Arif Subhan MAg serta Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Djaka Badranaya Sag ME.
Dalam sambutannya, Rektor mengharapkan momen yang senantiasa dinantikan oleh mahasiswa diakhir perkuliahannya sebelum menempuh masa skripsi ini hendaknya diisi dengan hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Selamat jalan anak-anakku, selamat bersosialisasi dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan, jaga sikap dan tingkah laku kalian, jaga nama baik pribadi, keluarga dan almamater tercinta ini” pesan Rektor.
Rektor menambahkan, untuk KKN Kali ini tidak diikuti dua belas fakultas yang ada di UIN Jakarta, karena 3 Fakultas tidak mengikuti KKN regular, diharapkan mendatang seluruh fakultas yang ada di UIN Jakarta ini mengikuti KKN reguler yang dikoordinir oleh PPM ini, tandas Rektor.
Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), Djaka Badranaya mengatakan, peserta KKN tahun ini dibagi menjadi 160 kelompok yang tersebar di 100 desa di Kabupaten Bogor dan 60 desa di Kabupaten Tangerang.
”Kepada para peserta KKN, diharapkan mampu mengemban amanah almamater untuk dapat mengabdi dan mengembangkan tempat dimana KKN itu dilaksanakan, jangan jadikan KKN ini semata hanya tuntutan beban SKS, akan tetapi bagaimana KKN ini menjadi wadah penting to care (saling peduli sesama)dan to share (saling berbagi)” ujarnya saat memberi sambutan dan  laporan pelaksanaan KKN.
Djaka menambahkan, dalam KKN ini, setidaknya ada empat hal yang akan dipelajari sekaligus diamalkan peserta saat di lokasi. Diantaranya, proses belajar banyak hal (nilai sosial), bagaimana hidup bermanfaat, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat serta bagaimana bekerjasama dalam tim.
“Alhamdulillah secara keseluruhan acara ini berjalan sesuai harapan tanpa menemui kendala yang cukup berarti. Sebelumnya PPM telah memberangkatkan 15 peserta KKN Kebangsaan di Kepulauan Riau dan sudah mulai bergerak merealisasikan program-program KKN mereka. KKN ini secara keseluruhan akan berlangsung selama satu bulan, mulai tanggal 1-30 Agustus 2015,” terang Djaka. (Luthfy Rijalul Fikri)
sumber : Berita UIN Online (http://uinjkt.ac.id/?p=7494)

Minggu, 03 Mei 2015

BIMTES UIN Jakarta 2015



Formabi Online - www.uinjkt.ac.id BIMTES merupakan Bimbingan Tes Masuk UIN Jakarta melalui jalur ujian mandiri. Kali ini FORMABI UIN Jakarta menyelenggarakan BIMTES sendiri. BIMTES FORMABi ini dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin masuk UIN Jakarta melalui Ujian Mandiri yang akan dilakukan 13-14 Juni 2015 mendatang. Pendaftaran BIMTES FORMABI dibuka pada Senin, 4 Mei 2015. Pendaftaran dapat dilakukan langsung maupun secara online. Untuk pendaftaran langsung dapat mengunjungi stand BIMTES FORMABI di selasar Auditorium Harun Nasution pada   Senin-Jum'at pukul 09.00 - 16.00. untuk informasi lebih lanjut kunjungi group facebook: BIMTES FORMABI . (Hidah)

Minggu, 02 November 2014

Dua Mahasiswa Bidikmisi Jadi Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-94


Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online— Adalah Muhtar Mochamad Solihin (25) dan Khaidir Ali (22). Keduanya merupakan dua wisudawan terbaik pada wisuda sarjana ke-94 UIN Jakarta dari Program Bidik Misi. Masing-masing mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.93 dan 3.86. Oleh karena itu pula, keduanya ditabalkan sebagai sebagai dua dari 11 wisudawan terbaik di tingkat universitas pada jenjang pendidikan sarjana Strata Satu (S1).

Sebelum ditetapkan sebagai wisudawan terbaik universitas, Uwir Rehands, panggilan akrab Mochamad Solihin, adalah alumni terbaik Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDKOM). Ia juga lulusan terbaik dari Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI).

Menurut anak bungsu pasangan Ta’ad dan Sumiyati ini, dirinta berasal dari keluarga ekonomi lemah. “Ayahnya susdah lama sakit, sehingga tidak bisa bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, ibuku yang bekerja,” ujar Uwais sebelum mengikuti acara wisuda, di Gedung Rektorat, Ahad (2/11/2014).

Lantaran kuat untuk mengubah nasib keluarga, anak keenam dari enam bersaudara ini pun bertekad melanjutkan pendidikan tinggi usai lulus SMA. Dengan modal beragam prestasi di sekolahnya,  Uwair pun mencoba peruntungan kuliah di UIN Jakarta melalui program Bidik Misi.

“Kita tidak salah dilahirkan menjadi orang miskin, yang salah adalah ketika kita diwafatkan dalam keadaan miskin”. Bagi saya miskin itu nasib dan bisa diubah sebagaimana Allah mengatakan dalam al-Ra’d  ayat13,” katanya yakin.

Dengan keyakinan itu, Ketua Umum Pertama sekaligus salah satu pendiri Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMABI) UIN Jakarta ini membuktikan keyakinannya itu. Setelah melalui serangkaian tes, Uwair, yang juga mantan aktivis Anggota Rohani Islam (Rohis) As-Shalihin SMA Negeri 1 Subang lulus diterima sebagai mahasiswa penerima Bidik Misi.

Setelah  menjadi mahasiswa, Uwair pun sibuk di sejumlah kegiatan. Selain kuliah, ia juga anggota Divisi Rekrutment Crew DnK TV FDK UIN Jakarta, dan Ketua Menteri Penelitian dan Pengembangan (Litbang) HMJ-BPI  pada 2011–2012 , dan beberapa kegiatan lain.

Dengan sebrek kegiatan itu, maka beasiswa yang didapatnya pun tak mencukupi kebutuhan hidup di kota metropolitan.  Untuk menutup kekurangan keungan, tak jarang ia pinjam sana-pijam sini dari beberapa temananya.

“Banyak orang beranggapan, sangat enak menjadi saya dan teman-teman seperjuangan Bidik Misi lainnya yang mendapatkan beasiswa ini. Padahal kami katakan sukanya hanya berkisar 30% dan dukanya 70%. Sukanya, kami bisa merasakan mengenyam pendidikan dan menambah jejaring pertemanan di perguruan tinggi,” paparnya.

Uwair menambahkan, dengan beasiswa itu tidak serta merta kebutuhan akademik dan pribadi tercukupi. Pasalnya, pencairan dana beasiswa untuk living cost (biaya hidup) selama kuliah 4 tahun sering  macet dan tidak pernah tepat waktu. “Ini duknya,” tegasnya.
Selain meminjam uang kolegnya, ia pun  sering ikut kerja part time di berbagai tempat, agar kuliah dan aktivitas terus berjalan.

“Sering pula ketika saya betul-betul tidak bisa mendapatkan pinjaman uang, saya mencari informasi lokasi syuting film/sinetron/iklan untuk sekedar bisa mendapatkan makan dan uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehari-semalam hanya mendapatkan Rp 35.000-75.000. Saya sangat bersyukur karena selain pengalaman bertambah, saya pun bisa menyambung hidup lebih lama,” tuturnya.

Kini setelah lulus, Uwair ingin melajutkan jenjang magister dan membantu ekonomi keluarga. Ia tak berharap pekerjaan ayahnya sebagai penjual es keliling dan ibunya penjual bubur kacang ijo dialami oleh saudara-saudaranya. “Stelah ini, saya ingin jado dosen dan wirausaha sehingga bisa membantu masyarakat,” tandanya.

Tak beda dengan Uwair, Khaidir adalah satu dari jutaan anak negeri yang mendapatkan nasib sebagai keluarga ekonomi lemah. Ayahnya, Murais, kerja serabutan. Sedangkan ibunya, Wanih, adalah penjual kue ketan. Anak bungsu yang juga menjadi mahasantri di Pesantren Tinggi Hadis Daruss Sunah, ini adalah wisudwan terbaik di fakultasnya, Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI)

Ketika mau kuliah di UIN Jakarta, anak keenam dari enam bersaudara ini hanya menuruti nasehat dan saran ustadz di pesantrennya. Tapi berpikir lama, ia pun mendaftar. “Alhamdulillah, saya diterima di Fakultas Dirasat Islamiyah. Sebelumnya, saya tidak tahu ini fakultas apa,” akunya.

Menurut laki-laki kelahiran Bekasi, 8 Agustus 1992, kuliah di FDI banyak memberikan dahaga ilmu-ilmu dasar keislaman. “Tak kuduga kuliah di Fakultas Dirasat  itu luar biasa lho….Di sini aku bertemu dengan ratusan mahasiswa dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda,” paparnya.

Ia pun bersyukur, kuliah di fakultas ini bertemu dengan para calon ulama dunia. “Semua mahasiswa wajib bisa ngomomg bahasa Arab kayak orang Arab asli. Ketika saya kumpul dengan mereka seolah saya lagi bersama dengan para (calon) ulama,” pungkasnya. (Saifudin)

sumber: Berita UIN Online (http://uinjkt.ac.id/index.php/arsip-berita-utama/2890-dua-wisudawan-terbaik-ini-penerima-bidik-misi.html)

Selasa, 01 Juli 2014

Edy Fajar Prasetyo, Sulap Plastik Jadi Barang Cantik

Banyak dampak negatif dari limbah plastik yang terbuang. Selain dapat mengakibatkan banjir, limbah plastik yang tertimbun di tanah juga mengakibatkan tanah tandus. Hal itulah yang membuat keprihatinan Edy Fajar Prasetyo (21) untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi Ebi Bag, Ebi Souvenir, dan Ebi Wallet (dompet), kerajinan tangan cantik nan bernilai jual tinggi.
 
Sudah dua tahun Mahasiswa Jurusan Agribisnis semester 6 ini menekuni pemanfaatan limbah plastik. Semuanya  bermula dari keprihatinan Edy melihat limbah-limbah plastik yang masih kurang diperhatikan. “Secara tidak sadar, dalam sehari kita bisa menghasilkan dua puluh jenis sampah. Dari ujung rambut sampai bawah kaki,” katanya, Jumat (20/6).

Kerajinan pemanfaatan limbah plastik sebenarnya bukan barang baru. Sudah banyak yang mengenal dan memproduksi kerajinan ini. Umumnya, plastik-plastik yang akan dibuat menjadi tas, souvenir, atau dompet adalah plastik-plastik bekas bungkus kopi dan semacamnya. Plastik-plastik itu kemudian dibersihkan, dikeringkan, lalu dipilah sesuai produk kerajinan yang akan dibuat.

Begitu pun dengan kerajinan plastik milik Edy, bedanya pada motif. Pada kerajinan plastik buatan Edy, motif tas, souvenir, atau dompet dibentuk dari plastik-plastik bekas bungkus kopi tersebut. Setelah melalui beberapa fase, plastik-plastik itu kemudian dianyam sehingga menjadi motif-motif unik dan menarik.

Hasil kerajinan yang telah diproduksi, Edy jual lewat media sosial atau pada acara-acara expo. Per satu tas, bisa dihargai Rp100-200 ribu. Selain itu, Edy juga memfasilitasi pelatihan enterpreneur muda yang fokus di bidang lingkungan lewat GEO (Green Enterpreneur Organizer).

Meski begitu, sebenarnya bukan hanya harga jual yang tinggi dari usahanya itu. Namun bagi Edi, yang lebih penting adalah nilai pemberdayaan lingkungan, atau yang ia sebut SELUNDUP (Sedekah Lingkungan Hidup).

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, berwirausaha sudah sudah menjadi hal biasa bagi pria berkacamata ini.  Ketika itu, Edy berjualan stiker di sekolah. Semasa SMP, Edy juga berjualan kopi dan gorengan di sekolah. Sedangkan semasa SMA, ia pun pernah berjualan nasi uduk di kelas. Karena itu, saat lulus SMA ia didaulat sebagai siswa berprestasi bidang kewirausahaan.

Tak pernah terbayangkan dalam benak anak kelima dari enam bersaudara ini menjadi seorang wirausaha muda. Semasa SMA, dalam benak Edy hanya ingin melanjutkan kedunia kerja. Alasan utama tentu karena urusan finansial. Ditambah ia hidup bersama kelima saudaranya.

Mulanya, pasca Ujian Nasional (UN), ia hanya coba-coba ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Edy mengaku, tak ada persiapan khusus untuk kelulusannya di SNMPTN. Bahkan, ketika teman-temannya tengah sibuk mempersiapkan SNMPTN itu, ia justru disibukkan dengan pekerjaannya.

“Pernah ikut SNMPTN, cuma karena saya enggak ikut bimbel, saya belajar ke temen saya yang ikut bimbel. Dengan modal itu, bismilah, saya pilih jurusan yang jarang dilirik mahasiswa lain, tapi masih prospek,” kenangnya. Tak disangka, ternyata ia diterima masuk UIN Jakarta.

Bersama kelima temannya, Eli, Nadya, Andis, Alfi, dan Imas , sudah banyak prestasi yang Edy peroleh. Pada 2012, ia menyabet juara di Bank Indonesia Green Entrepreneur. Di tahun yang sama, Edy juga menjadi juara Wirausaha Mapan yang diadakan pemkot DKI Jakarta. Juga sempat menjadi finalis di Social Entrepreneur Academy pada 2014.

Tak hanya penghargaan, produk yang Edy dan temen-temannya buat juga telah dipasarkan di dalam maupun di luar negeri. Pada 2013, setelah bersaing ketat dengan beberapa kampus ternama seperti ITB, IPB, UNJ, dan UI, kerajinan plastik Edy dan teman-temannya di bawa ke APEC Unthinkable Expo. Kemudian pernah dibawa ke ajang International Exhibition di Pakistan.

Meski banyak prestasi yang sudah ia peroleh, namun tak mudah bagi alumnus SMAN 1 Boedi Oetomo ini menjalani wirausahanya. Tak jarang ia mengalami kendala baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) maupun finansial.

Pernah suatu ketika, uang senilai Rp5 juta yang ia peroleh dari hasil kerja kerasnya memenangi kompetisi wirausaha raib di bawa salah satu rekan bisnisnya ketika Edy mencoba berwirausaha ke produk makanan. Selain itu, sedikitnya anggota yang tergabung dalam komunitasnya juga menjadi kendala lain. “Secara teknik, kita masih butuh tenaga ahli juga,” ujarnya.

Berani mengambil risiko telah menjadi prinsip pria yang dulu pernah bercita-cita menjadi pemain bola ini. Menurutnya, tak ada usaha yang lebih baik kecuali hanya satu, yakni menjalaninya. “Jangan pernah takut untuk memulai usaha. Selalu haus akan pengetahuan,” katanya.

Edy Fajar Prasetyo merupakan mahasiswa Bidikmisi angkatan 2011, Jurusan Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta, yang telah menjuarai berbagai kompetisi wirausaha. Paling terakhir ia menjuarai kompetisi wirausaha yang diadakan oleh BI, yang kemudian mengantarkannya menjadi perwakilan mahasiswa dalam Expo Apec 2013 di Bali.  

Sumber: www.lpminstitut.com

Kamis, 19 Juni 2014

UIN Jakarta Kedatangan Tamu Dari Bandung

                Ma'had UIN Jakarta, FORMABI Online www.uinjkt.ac.id -
Pada tanggal 17 Juni 2014 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kedatangan tamu dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung yang berjumalh 120  mahasiswa dan mahasiswi dalam rangka study banding UIN Sunan Gunung Jati Bandung dari Banten ke Jakarta. Kedatangan mahasiswa dari UIN Bandung hanya berlangsung selama 4jam di Aula Ma’had Ali UIN Syarif Hidayatullah. Dalam acara tersebut juga hadir beberapa petinggi dari UIN Bandung dan UIN Jakarta diantaranya dari pihak UIN Jakarta sendiri yaitu Amellya Hidayat, Abdul Rozak dan dari pihak UIN Bandung yaitu kasubag UIN Bandung , bapak Asep Syaefurahman dan ketua bidikmisi angkatan 2013, Asep Jamaluddin.
            Selama acara berlangsung UIN Jakarta dan UIN Bandung saling bertukar pikiran dan berbagi informasi satu sama lain. Asep Jamalludin berkata, “teman-teman penerima bidikmisi adalah orang-orang pilihan yang bisa mendapatkan beasiswa bidikmisi ini”. Dan tak lupa kassubag UIN Sunan Gunung Jati Bandung menyampaikan informasi mengenai beasiswa baru yang diberikan oleh walikota Bandung, 200-500 orang berhak menerima beasiswa S1 dan 30orang yang berhak menerima beasiswa S2. Dan tak lupa Ibu Amellya Hidayat selaku pihak kemahasiswaan dari UIN Jakarta memberikan sedikit guyonan kepada mahasiswa nd mahasiswi yang hadir dalam acara tersebut, beliau juga berkata bahwa penerima beasiswa bidikmisi tidak hanya digratiskan membayar uang kuliah dan mendapat living cost tiap bulannya tapi di asrama para penerima beasiswa bidikmisi juga bisa mendapat keluarga baru, bisa belajar bersama dan bisa diajar oleh orang-orang besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan tak lupa pak Absul Rozak menyampaikan pesannya bagi seluruh mahasiswa untuk meningkatkan kualitas dan pengabdian kepada masyarakat dan jadilah orang yang bermanfaat bagi banyak orang dan mampu bersaing di dalam negeri maupun luar negeri.

            Pada pukul 17:30 acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Lia'13)
 

Senin, 09 Juni 2014

REKTOR UIN JAKARTA BUKA SIMPOSIUM NASIONAL BIDIKMISI PTAIN se-Indonesia

Kampus II, Formabi Online—Senin, 9 Juni 2014 bertempat di Convention Hall Syahida Inn Kampus II, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membuka secara langsung Simposium Nasional Bidikmisi PTAIN se-Indonesia. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor, disusul oleh Prof. Dr. Moh. Matsna, MA dan Kabiro AAKK, Drs. Zaenal Arifin, M.Pd.I.

Acara pembukaan yang bertema besar “Menyiapkan Pemimpin Masa Depan, Meretas Batas Menggapai Impian” ini dimulai pukul 08.00 dan berjalan dengan lancar. Diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Febri Budimantoro (mahasiswa Bidikmisi tahun 2013, juara I MTQ Nasional tahun 2013 di Semarang), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN. Kemudian welcoming speech dan pembukaan oleh Rektor.

Dalam sambutan sekaligus pidato keynote speechnya, Rektor menjelaskan bahwa sejatinya manusia memang berkompetisi dari sejak lahir. Beliau juga mengatakan bahwa pemimpin masa depan hendaklah meretas batas, yaitu batas-batas ideologi dan batas-batas moralitas. Selanjutnya, beliau juga berpesan agar mahasiswa selalu memperkaya hati, dan tidak memperkaya materi.

Acara dilanjutkan dengan performance mahasiswa Bidikmisi UIN Jakarta dengan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku dan Maluku Tanah Pusaka. Lagu Maluku Tanah Pusaka dipersembahkan untuk mahasiswa dari Indonesia Timur yang tidak bisa hadir dalam acara Simposium Nasional ini.

Rencananya, kegiatan Simposium Nasional dan Rapat Tahunan Bidikmisi PTAIN se-Indonesia ini akan dilaksanakan sampai lima hari ke depan. (KU/FU)

Selasa, 13 Mei 2014

Ambassador 2014 : Ajang Pencarian Duta Bidikmisi UIN Jakarta

Aula SC, FORMABI ONLINE - www.uinjkt.ac.id
Hari Minggu (11/5) pukul 09:00 acara puncak pemilihan Ambassador Bidik Misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang diadakan di Aula Student Center (SC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelumnya telah dilaksanakan tahap audisi dalam 2 sesi yaitu tanggal 08 Mei 2014 dan 09 Mei 2014 pada pukul 20:00 WIB di Ma’had Ali UIN Syarif Hidayatullah yang diikuti oleh 37 peserta yang merupakan mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa Bidik Misi UIN Jakarta mulai dari tahun 2011-2013. Acara pemilihan Bidik Misi Ambassador UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bertujuan untuk memilih perwakilan Bidik Misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta apabila ada acara-acara yang bersangkutan dengan Bidik Misi sekaligus akan diberikan pelatihan untuk pembibitan dosen UIN Syarif Hidayatullah. Tahap audisi pemilihan Bidik Misi Ambassador UIN Jakarta dihadiri oleh 3 Dewan Juri yaitu pak Adrian Mahardhani, kak Asmu’i, kak Yanti . Pertanyaan yang diberikan oleh para dewan juri seputar bidikmisi dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jawaban peserta audisi sangat beragam bahkan ada peserta yang menjawab pertanyaan dewan juri dengan berbahasa asing. Para peserta mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dewan juri dengan waktu yang relatif singkat.
                Setelah melalui babak penyisihan saat audisi terpilihlah 5 mahasiswa dan 5 mahasiswi yang melaju ke semifinal yaitu Nursilam (2012), Muhaemin (2012), Eric (2013), Edy (2011), Faisal (2012), Anisa (2012), Tika (2012), Indah (2011), Rihlah (2012), Ela (2011). Pada babak semifinal yang diadakan pada Minggu, 11 Mei 2014 di aula Student Center (SC) Syarif Hidayatullah para peserta yang lolos diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan dan menampilkan bakat yang dimiliki kepada dewan juri dan penonton. Dewan juri yang hadir dalam babak semifinal yaitu bunda Nailil Huda, pak Adrian, pak Utob Thabrani. Berbagai bakat ditampilkan oleh para peserta mulai dari berpuisi, berbicara bahasa asing, dan bahkan menyanyikan lagu daerah Jawa berjudul “Sewu Kuto“ . Seisi ruangan pun tertawa terbahak-bahak mendengar lagu tersebut dinyanyikan, dikarenakan liriknya yang terkesan romantis dan ekspresi penyanyi yang membuat para penonton ingin terus tertawa melihatnya.  Selama penampilan para calon Ambassador, di bangku penonton terdengar sorak sorai penonton mendukung idolanya. Bahkan supporter peserta bernama Tika Yulianti membawa poster yang berukuran besar untuk mendukung Tika Yulianti. Untuk menghilangkan ketegangan para peserta, panitia menampilkan beberapa hiburan diantaranya dance dan beatbox, standup comedy, dan lantunan suara merdu Dede Tiara.
                Setelah melalui persaingan yang ketat terpilihlah 3 mahasiswa dan 3 mahasiswi yang akan melaju ke babak final. Mereka adalah Edy Fajar Prasetyo, Eric Hardiansyah, Faisal Abdurrahman, Anisa, Rihlah Noviyanti, Indah Khoiril Barriyah. Para finalis mengambil pertanyaan yang telah disediakan panitia di dalam gelas akuarium secara acak. Tidak hanya dengan menggunkaan bahasa Indonesia, ada juga pertanyaan yang disuguhkan dengan menggunakan bahasa asing baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Tidak hanya pemilihan Ambassador UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tetapi juga juara favorit. Dimana calon juara favorit itu adalah para peserta yang masuk ke babak semifinal. Pemilihan juara favorit berdasarkan pada jumlah like foto terbanyak yang telah di share di FB Forum Bidik Misi (Formabi) Uin Jakarta. Pembukaannya pada pukul 00:00 WIB dan berakhir pada pukul 13:00 WIB.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya dewan juri memilih Indah Khoiril Barriyah dan Edy Fajar Prasetyo sebagai Ambassador Bidik Misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pemenang juara favorit jatuh kepada Anisa dan Muhammad Faisal. Penyematan selempang Ambassador Bidik Misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diberikan oleh pak Utob Thabrani dan bunda Nailil Huda kepada pemenang Ambassador Bidik Misi UIN Jakarta. Acara ditutup dengan do’a oleh Achmad Jalaludin pada pukul 14:00 WIB. Semoga Ambassador Bidik Misi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa mengharumkan nama UIN Syarif Hidayatullah sampai ke seluruh penjuru dunia.(Riski"13)